Setelah lama meninggalkan dunia 3D (?), setelah lama tidak berkya-kya
histeris terhadap 3D (?), akhirnya natz mulai melirik lagi dunia 3D (walau
tetap nggak sehisteris dulu haha). Kali ini, bukan idol, bukan band, bukan
penyanyi, melainkan salah satu aktor, tapi sayangnya bukan Suda Masaki. Natz
masih suka Sudacchi, btw, tapi kali ini aktor yang natz suka berada di
‘dimensi’ yang berbeda dengan si imut yang masih tetap natz anggap bocah
/ditabok X”D
Namanya Ayano Go (nama
‘panggung’nya), kelahiran 26 Januari 1982.
Pertama kali natz ‘ngeh’ sama ini
aktor... mungkin pas di drama Cleopatra
na Onnatachi (2012). Waktu itu Go berperan sebagai seorang gay bernama Kurosaki Yu dan kesan Yu sangat kuat di natz ampe nggak bisa natz
memikirkan itu peran hanya sebagai peran sampingan. Tapi, saat itu natz nggak
sampai ‘stalking’, cukup tahu saja. Kemudian, natz mengikuti Saikou no Rikon (2013), pertama kali
natz cuma merasa familier-tapi-samar sama aktor yang memerankan Uehara Ryo (yang menjadi fave natz),
dan akhirnya natz mulai ‘stalking’ lalu ketemulah nama Ayano Go, dan tentu saja
natz kaget melihat drama-drama dan film-film yang pernah dimainkannya (walau
kebanyakan bukan peran utama), ternyata natz mengikuti beberapa: macem kamen rider 555 (2003), mother (2010), gantz perfect answer (2011), crows
zero II (2009), rurouni kenshin (2012); dan sebenernya natz suka peran2 dia
di drama dan film yang natz sebutkan tadi, tapi nggak ‘ngeh’ ternyata mereka
diperankan orang yang sama /bego /ditabok. Entah karena gaya rambutnya yang
beda-beda atau apa gitu, tapi natz akhir-akhir ini yakin, pasti karena
aktingnya yang membuat di setiap peran, tidak pernah terkesan kepribadian si
aktor melainkan justru perannya yang meninggalkan kesan yang terlalu kuat.
Kemudian ada S-Saigo no Keikan
(2014). Natz waktu mulai mau mengikuti drama satu ini karena natz tahu itu
ada komiknya, natz udah tahu tentang Go, namun belum sampai benar-benar
stalking soal dia. Waktu di foto promosi drama bersama Mukai Osamu, natz masih
mengenali dia sebagai Ayano Go, tapi waktu natz benar-benar melihat dramanya
episode pertama... “…Go? Nggak, itu Soga”
Kesan peran-peran yang pernah Go mainkan sebelumnya (Yu, Ryo, dll) sama sekali
tidak tampak, bahkan natz kaget karena bayang ‘Go’ juga samar. Saat itu, natz
merasa Ayano Go itu keren. Natz mulai stalking; dari menonton Surely Someday (2010) (yang bikin natz
suka ama Shuuto-perannya Go di sana)
yang merupakan film disutradarai oleh Oguri Shun (yang satu jimusho ternyata
sama Go). Di surely someday, film yang lumayan lawas, natz serasa flashback,
dan natz langsung ‘mengenali’ Ayano Go walau kesan Shuuto masih lebih kuat.
Sampai akhirnya mulai menonton asadora Carnation
(2011-2012), drama yang katanya awal mula kesuksesan Go di dunia akting,
dan di sana natz cuma bisa cengo. Go berperan sebagai Suo, peran yang normal, sosok laki-laki biasa yang normal (meski
memiliki masa lalu agak menyakitkan karena Suo adalah orang Nagasaki yang baru
kena bom perang dunia II). Akan tetapi, dari peran normal itulah, natz bisa
melihat kehebatan akting seorang Ayano Go. Justru dari peran normal,
kehebatannya makin kerasa. Itu Suo, itu bukan Go; begitulah natz pikir ketika
nonton Carnation. Kemajuan aktingnya, dari awal debut di kamen rider 555,
sangat pesat (sampai natz merasa cukup mengerikan haha).
Setelah Carnation, akhirnya natz ‘menyentuh’ judul drama yang dulu
pernah natz hindari Soratobu
Kouhoushitsu (2013). Natz lemah sama Gakki (aka Aragaki Yui). Natz tahu di
sana ada Ayano Go (walau dulu tidak seintens pengen tahu bagaimana perannya di
sana). Akhirnya dengan pertimbangan, setelah terpengaruh fanvid, natz mulai
‘menyentuh’ drama itu, dan lagi2 natz dibuat terpaku di tempat. Sorai, peran Go di sana, mempunyai
kesan yang juga berbeda. Episode pertama terlihat Sorai sebagai sosok yang
menyimpan kesedihan, madesu, namun dari flashback dia tampak sebagai karakter
yang ceria, sampai akhirnya Sorai kembali menjadi dirinya sebelumnya di epi2
berikutnya. Akting Go membuat natz terpaku lagi, bagaimana dia bisa akting menyedihkan
sampai kembali ke Sorai yang pecicilan kawaii unyuh gitu, meninggalkan
kesan-kesan peran sebelumnya bahkan kepribadiannya sendiri? Ternyata bukan natz
saja yang berpikiran natz tidak bisa ‘menggenggam’ karakter Ayano Go. Dari
suatu bangumi, Go pernah dikirimi mail yang intinya bertanya ‘Ayano Go yang
sebenarnya itu seperti apa?’ /krikokay
Biasanya, jika natz melihat suatu aktor dan menonton drama kemudian
ketemu lagi sama aktor yang sama (well, drama Jepang pendek2, banyak, pasti
aktornya banyakan itu2 saja /ngok), natz akan langsung familier karena kesan
aktor tersebut kuat. Tapi tidak dengan Ayano Go. Dia seperti ‘bunglon’, kadang
natz tidak mengenalinya dengan sekali lihat (terutama kalo lagi kumisan /ngek).
Dia sendiri, Go, punya kesan yang cenderung ‘tipis’, dia macem hidup hanya dari
peran-peran yang dimainkannya. Asumsi natz ini makin kuat ketika natz menonton
suatu bangumi yang mewancara Go, di sana ia mengakui bahwa sebenarnya ia ingin
berhenti diwawancarai, ia ingin berhenti muncul sebagai Ayano Go karena itu
akan meruntuhkan kesan peran yang dimainkannya dalam drama atau film yang
sedang tayang, ia sampai bilang ‘Aku tidak butuh Go, aku tidak tertarik’.
Kesungguhan terhadap peran inilah yang lagi-lagi bikin natz cengo di tempat.
Natz jarang stalking aktor sebenarnya (Sudacchi aja nggak segininya
sebenernya), jadi mungkin saja banyak aktor yang seperti Go ini, tapi tetap
pertama mendalami sudah disuguhi macem Ayano Go ini, jadi kesannya di natz kuat
banget. ‘Gila ini mas-mas! Sadar, Mas, sadar!’—natz sampai berpikiran begitu
hahaha. Well, walau dia bilang begitu, semakin banyak kerjaan yang diterimanya,
mau nggak mau Ayano Go harus tampil di media demi promosi dan ia tampak tidak
keberatan, dengan kesan cool-ochame-charai natz sebenarnya seperti melihat
papah (aka Gackt); cara bicaranya yang my pace, suaranya yang dalam, joke-nya
yang kadang ‘aneh’, pemilihan kata yang nggak biasa, de el el X”D Natz justru
sekarang lagi agak cemas apakah ia sekarang kalau tampil publik, itu sedang
akting sebagai ‘Ayano Go’? ._. Tapi karena dia nyaman seperti itu, natz nggak
keberatan sih ._.
Setelah itu, natz mulai stalking bangumi-bangumi yang ada Ayano Go
(mulai bias), dan ketemu natz sama salah satu bangumi Jounetsu Tairiku (2013). Natz pernah lihat bangumi ini ketika
meng-cover Maeda Atsuko, sebuah bangumi yang menyorot kegiatan selebritis
selama beberapa hari begitu. Jounetsu Tairiku-nya Ayano Go itu semakin membuat
natz shock di tempat. 2011-2013 sepertinya merupakan tahun-tahun di mana
popularitas Go mulai menapaki puncak (walau si aktornya sendiri nggak
memikirkan apapun soal popularitas). Dari Jounetsu apa ya, natz mulai tahu
kalau selama dua tahun itu, Go sudah bekerja di 19 buah seri (drama&film),
tak jarang dalam satu tahun dia bisa mengerjakan beberapa seri (akting beberapa
peran). Btw, Jounetsu mengcover kegiatan Ayano Go pada beberapa hari di tahun
2013, saat itu Go bekerja pada satu film dan 3 drama (kalau tidak salah), tapi
saat Jounetsu mengcover kegiatannya, hanya kegiatan drama yang tercover seingat
natz: Soratobu, Saiko no Rikon, dan Yae
no Sakura (taiga drama). Tapi itu pun natz ngeliatnya udah ‘berat’. Satu
hari tiga peran; peran berbeda, seri berbeda, lokasi berbeda dan Ayano Go yang
sanggup ‘membedakan’ ketiga peran itu membuat natz makin kagum: bagaimana dia
berusaha keras untuk sigap mengubah-ubah switch peran dalam dirinya. Bukan soal
panjangnya dialog, bukan soal lamanya dia mendapat screentime, tapi ini tentang masuk terhadap peran itu sendiri;
keseriusan Go sangat terlihat di sana. Dan satu hal yang membuat natz ‘lega’
adalah ia tetap menjaga dirinya sendiri. Dari bangumi sebelumnya ada omongan
‘aku tidak butuh Go, tidak tertarik’ kan? Natz sempat cemas, tapi melihat dia
sangat strict sama keadaan dirinya, seperti ketika dari lokasi Saiko no Rikon
ke tempat berikutnya dia makan dan bilang ‘Kalau aku nggak makan, aku bakal
kurus’ atau saat di lokasi Yae no Sakura dia makan (macem kek kesetanan kalo
kata natz mah LOL) dia bilang ‘Peran Katamori
butuh energi banyak’. Dari sana natz menyadari dia mungkin saja bermaksud
‘membuang’ dirinya, tapi dia tetap menjaga dirinya sendiri. Kontradiksi seperti
itu entah kenapa membuat natz lega. Well, at least dia makan dan ada semangat
buat hidup walau semua untuk akting /ngek. Walau ada saat di Jounetsu itu,
ketika dia ke lokasi Soratobu (untuk yang terakhir hari itu), dia tetiba bilang
ke kamera ‘(tubuh+pikiranku) nggak bisa tahan lagi. Aku harus off dulu’ terus
dia telungkup dan bengong sendirian. Natz hampir berguling ngeliatnya haha orz.
Mungkin, Jounetsu Tairiku bisa saja merupakan bangumi yang melebe2kan cover-an
mereka, tapi... well, tanpa dilebe2in pun, natz yakin... being Ayano Go that
time is certainly not an easy thing ._.
He is certainly gifted, tapi itu pun bermula dari kerja keras dan
keinginan untuk berubah. Debut pertamanya di KR 555, akting pertamanya butuh 23
kali take sampai bisa diakui oleh sutradaranya. And natz juga bisa melihat di
KR 555, Go waktu itu masih greenhorn—aktingnya juga masih hanpa, heta, tapi
sekarang? He’s gifted by hardworks *applauses*. Ketika ditanya peran apa yang
paling susah bagi Go, jawabnya Matsudaira Katamori (Yae no Sakura). Dan natz
bisa memahami kenapa haha. Karena penasaran akibat suatu bangumi yang membahas
peran Go di taiga drama tersebut, natz mulai menonton Yae no Sakura. Natz udah
lama nggak ngikutin taiga drama semenjak Fuurinkazan (itu juga gegara ada papah
LOL), makanya sempat ragu (pls epi banyak, sejarah pulak, natz puyeng /woi).
Natz pikir peran Go bakal numpang lewat beberapa episode, tapi nggak, hampir
30/50 itu Katamori ada di tiap epi. Dan... yap, pantas disebut paling susah
sama Go. Suasana di sekitar Katamori di Yae no Sakura, hampir semuanya
menegangkan, suram, menegangkan, suram. Terutama, karena Katamori adalah
seorang ‘pemimpin’ suatu klan, yaitu Aizu, beban moralnya besar (terutama
karena klan Aizu, berdasarkan janjinya, harus tunduk sama pemerintahan Bakufu);
dipermainkan sana-sini, ditekan dari segala arah, membuat sang Tuan Katamori
sebagai pribadi yang… menurut natz, nelangsa. Nah, karena itu peran ini butuh
energi besar, untuk mengekspresikan emosi tinggi dengan dialog yang sedikit dan
gesture yang diusahakan tidak berlebihan karena Katamori itu bangsawan (itu
susah menurut natz, natz liatnya aja capek, apalagi Go yang meraninnya). Kesan
Katamori kuat banget (and pls saat itu Go juga main di Soratobu sama Saiko no
Rikon OTL). Bukan hanya ekspresi sama gesture, aktingnya si Go ternyata detil
juga, ampe suaranya aja kesannya benar-benar ‘beda’ tiap peran ASDFGHJKL!! Misalkan
suaranya waktu dia jadi Katamori sama suaranya waktu jadi Soga, walau sama2 berat-serak,
tapi bener2 beda—aksen, volume, pace-nya OTL
Kehidupannya dia sendiri di luar akting itu cukup drama menurut natz,
ampe natz bener2 ngerasa kek ngikutin papah LOL (/apasihnatz). Masa lalunya
kurang membahagiakan, terlahir sebagai anak tunggal dari kedua orang tua yang
bekerja siang-malam, Go kecil sering ditinggal sendirian di rumah dan sering
merasa kesepian—sampai dia bilang kalo dulu ‘tempat’nya adalah ‘oshi-ire’ yang
ada di rumah. Kemudian, ditambah lagi saat mau masuk SMA apa ya, ortunya cerai.
Sampai sekarang, keknya Ayano Go emang terkesan (dan dari beberapa teman
se-dunia-aktor-nya) sabishigari-ya. Dia punya ‘motif’ untuk dekat dengan orang,
makanya beberapa partner aktingnya bilang kalau kyori-kan (jarak) dia itu
sangat dekat. Natz pikir itu memang karena dia ingin ‘terhubung’ dengan orang,
meski masih punya kesan cool dan aloof (menurut natz =”))). Makanya, temannya
cenderung banyak dan bervariasi. Well, itu juga bikin natz… nanka, ‘aaahh’,
soalnya... itu artinya dia menghargai setiap pertemuan and seharusnya natz
belajar banyak dari dia soal itu hahaha orz.
Akan tetapi, seiring dengan naiknya popularitas Go, mulai banyak juga
bermunculan rumor-rumor soal dia. Misalkan, meski dia punya banyak teman, ada
rumor ternyata Go mempunyai onna-guse (kebiasaan berhubungan dengan perempuan)
yang buruk; dia cepat-tangan. Bukti yang bisa dilihat adalah dia sering
terlihat jalan sama beberapa aktris dari berbagai kepribadian dan berbagai usia
=,=)a, sebut saja Toda Erika, Hashimoto Ai, Narumi Riko (tapi ini nggak bener ternyata), dan ia juga dirumorin
nargetin Aragaki Yui (sampai2 ada rumor kalo Gakki, saking nigate-nya terhadap ‘pendekatan’
Go, sama jimushonya dilarang lagi untuk maen bareng—tapi ini keknya cuma rumor
atau sudah terselesaikan masalahnya karena di S, si Gakki muncul >.<).
Dia sampai dibilang ‘actress-killer’ LOL Tapi... well, walau begitu, karena
seri2 berikutnya dia masih ada dipasangin sama actrees2, jadi natz nggak
terlalu gimana gitu (kecuali kalo udah nggak ada lagi actress yang mau maen
bareng ama dia LOL). Tapi itu juga... natz jadi yakin keknya itu akibat pribadi
Go yang sksd-nya (X”D) kuat banget, sementara orang Jepang kan cenderung ‘kalem’,
‘menjaga jarak’ kalo baru beberapa kali bertemu, apalagi dengan opposite sex
deshou? X”D (natz juga keknya cenderung nigate macem Gakki sih hmmm). Rumor
berikutnya, yang dia jadi hageshii kalo lagi mabok lah, apa lah. Well, docchi demo… natz mah asal dia nggak
dijauhin temen2 aktornya, asal dia masih maen drama, asal dia masih maen pelem,
asal dia masih dipercaya jimusho, produser sama sponsor it’s fine, maksut natz
berarti nggak separah ama yang dirumorin kan? Ato justru yang dirumorin itu
nggak bener =”)) Sama aja kek papah sih, natz mah no probie asal dia masih ada
di posisi yang well masih menguntungkan dia =”)) Nggak perlu sempurna2, semua
manusia nggak ada yang sempurna sih =”))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar